Semakin deket harinya, ya emang rasanya makin perih.
Dulu, setiap kali kami bahas masalah ini, aku blm ngerasa apa-apa. Makin cepet dia berangkat, cepet kuliah, cepet sukses, makin cpet juga dia ketemu aku lagi.
Tapi sekarang ini tiap harinya waktu terus menyakiti hati. Aku takut berjauhan sama dia. Aku ngga mau pisah jarak & waktu sama dia.
Semuanya udah diatur kaya gini. Ya aku harus jalanin. Bukan aku sh, tapi kami.
Sampe sekarang, aku juga kesel sama orang yang terlalu menjadikan masalah kami sebagai bahan candaan.
Di sini, aku mau akuin, aku emang sok kuat!
Aku bukan cewe yang tegar nghadapin pacar yang harus kuliah di luar negeri.
Satu hal yang perlu kalian tahu, di balik setiap kelemahanku, yang ada di hati & otakku, cuma mau yang terbaik untuk orang yang kusayang.
Jadi, disaat aku bilang kalo aku dukung pacarku kemanapun dia akan membentuk masa depannya, ya itu emang bener adanya. Aku dengan setulus hati emang dukung dia, bukan "sok ngedukung" :)))
Yang kedua, aku udah bilang sebelumnya ya kalo aku bukan cewe yang tegar seperti kelihatannya.
Dalam diam & kesendirian, kadang aku menangis merasakan perih & ketakutan yang luar biasa membayangkan jarak & waktu yang akan menjadi "sahabat" kami.
Buat kalian diluar "kami", coba mengertilah kami. Coba rasakan jadi aku.
Ini situasi yang sangat perih, perih yang ngga di gambarin lewat kata-kata.
Ini situasi dimana kami butuh keyakinan & semangat.
Ini situasi dimana emosi & gejolak hati menjadi tak terkendali.
Jadi, aku minta tolong, carilah bahan bercandaan lain, jangan masalah kami. Doakan kami menjadi kuat :)))
(Paragraf ini didedikasikan untuk setiap orang yang pernah melemahkan kami dengan candaannya yang sama sekali nggak lucu. Contoh : "Mampus ntar di Jerman, Andre kegoda sama cewe lain terus kamu ditinggal selingkuh. Haha!")
Makasih semuanya. Tuhan memberkati {}
No comments:
Post a Comment