29.3.14

random thought

Apa sih? Kenapa sih? Kok harus ngaku-ngaku? Mana kamu? Dateng pas butuh doang. Mana kamu? Dateng pas mau pisah doang. Mana kamu? Dateng pas harus kasih kado doang. Mana kamu? Dateng pas inget doang. Mana kamu? Dateng pas seneng mu doang. Mana kamu? Gembar gembor sana sini bilang sahabat, upload sana sini bilang sahabat, tebar kata rindu sana sini. Katanya sahabat. Apa sih? Kenapa sih? Sahabat tapi ga pernah ngedukung. Sahabat tapi memusuhi kehidupan baru sahabatnya. Sahabat tapi ga pernah mau mendengar. Sahabat tapi egois. Sahabat tapi ga mau menasehati, dan dinasehati. Sahabat tapi....... Sahabat ya sahabat. Jangan dicintai. Sahabat ya sahabat. Jangan diingini. Sahabat ya sahabat. Jangan dijerumuskan. Ada juga kali mantan sahabat. Tau diri juga lah. Situ masih pantes di sebut sahabat? Kalo ku bilang sih, pantesnya mantan sahabat. Tunggu aku putus dulu, biar ganti kusebut kamu "calon pacar".

13.12.12

3 Lagu di Warung Nasi Goreng

Setiap orang pasti punya alasan untuk setiap tindakannya.
Contohnya ya saya sekarang ini.
Memutuskan buat nge-post, karena ada hal yang perlu di rekam dalam memori.

Jadi cerita dimulai di saat saya & Andre mencari tempat untuk makan malam.
Pilihan kami jatuh pada sebuah warung tenda yang ada di emperan toko,
tepat diseberang Ganesha Operation Kota Baru.
Warung ini menyajikan nasi goreng sapi dan sop sapi. Kami memesan 2 piring nasi goreng sapi.
Setelah menunggu beberapa menit, makanan pun akhirnya datang.
Oh ya, kami memilih duduk di sisi sebelah kanan warung, di meja dengan kursi sebanyak 3 buah.
Di sudut kiri warung, kami melihat ada seorang pengamen. Pria berbadan kurus dan berkacamata.
Suaranya sebenarnya tidak terlalu bagus, tapi ada sebuah keberanian, kegigihan, dan kepercayaan-diri yang mendukungnya.
Si pengamen menghampiri setiap meja satu per satu. Ia menawarkan pendengarnya untuk me-request lagu darinya.
Saya hitung ada 3 meja yang kebingungan harus me-request lagu apa, sehingga pada akhirnya pengamen tersebut menyanyikan lagu apapun yang dia bisa. Setiap meja mendapatkan jatah 2 lagu, sepertinya.
Makanan di piring saya & Andre baru saja tandas ketika tiba giliran kami di-datangi oleh si pengamen.
Saya sudah menyiapkan 1 koin seribuan untuknya, tapi persis seperti apa yang dia lakukan sebelumnya, dia menawarkan untuk membawakan lagu request dari aku & Andre.
Bingung, sumpah, ditanya begitu.
Andre me-request lagu dari Bad English - When I See You Smile.
Tapi, si pengamen ternyata tidak hafal liriknya dan tidak dapat memainkan gitarnya.
Akhirnya dia menawarkan kepada kami untuk menyanyikan Can't Smile Without You (by Barry Manilow).
Andre dengan ekspresifnya (hihi) ikut menyanyikan lagu tersebut walaupun hanya sedikit-sedikit saja.
Saya, sih, senyum-senyum malu aja hihi :)
Setelahnya, si pengamen menawarkan kepada kami lagu ke-2.
Tiba-tiba Andre berdiri dari kursinya, di sebelahku, dan mengatakan (kurang lebih),
"Saya yang aja sini yang main gitar, nanti masnya ikut nyanyi. Pinjem gitarnya, ya, mas."
"Tapi senarnya banyak yang putus loh mas"
"Gapapa mas"
Sekarang ini, posisi duduknya, Andre ada di depan saya. Dan si mas pengamen ada di belakang Andre.
Duh, itu jantung saya udah mau lepas saking bahagianya. Dor.
Lagu pertama yang dinyanyikan Andre adalah When I See You Smile (by : Bad English)
Haduh, Andre ini pas nyanyi sambil senyum-senyum ke arah saya, entah kenapa kok keliatan sangat amat sangat ganteng dibanding biasanya :* :)
Saya juga di tempat duduk cuma bisa senyum-senyum, sambil nopangin dagu saya di tangan.
Air mata udah di ujung sebenernya, tapi masih bisa saya tahan. Ketutup juga sama senyum saya.
   
   When I see you smile, I can face the world. 
   You know I can do anything.
   When I see you smile, I see a ray of light...

Setelah 1 lagu selesai, saya pikir sesi nyanyi-di-warung-nasi-goreng sudah selesai.
Ternyata Andre minta izin ke mas pengamen untuk membawakan 1 lagu lagi.
Dan, pilihan sang vokalis (Andre) jatuh pada lagu..... 
Pergilah Kasih, yang dinyanyikan oleh Om Chrisye.
Lagu ini, punya arti sendiri buat hubungan saya sama Andre.
Berbeda dengan lagu sebelumnya dimana saya dapat menahan air mata saya,
di lagu ini, kalimat pertama pun saya sudah berlinang basah.
Saya sempat melihat Andre menahan air matanya, suaranya pun sedikit tercekat.
Ada rasa perih yang merayap di hati. 
Tapi saya masih bisa tersenyum. Setidaknya, saya bahagia melihat Andre terus menyanyi dengan senyum di wajah rupawannya.

    Pergilah kasih, kejarlah keinginanmu, selagi masih ada waktu.
    Jangan hiraukan diriku, aku rela berpisaaaaaaaa.....h
    *stop ya :")

Itu menjadi lagu terakhir sebelum akhirnya saya menukarkan uang 1000an yang sudah saya siapkan dengan 2 lembar uang 2000an.
Yang saya ingat dari mas pengamen ini, saat kami berpisah, dia mengatakan kepada saya,
"Smile!" :)



Jadi, malam ini, saya mengucapkan terima kasih untuk :
Mas Pengamen yang memberi pinjaman gitar, yang menjadi backing vocal dari suara Andre hihi, yang menjadi penonton saat saya dan Andre saling melempar senyum malu, dan juga saat saya berlinang air mata.
Juga untuk Andrelino Palma Nugroho, untuk kesempatannya dinyanyikan di warung nasi goreng, dan juga terutama untuk kesempatannya merasakan bahwa saya dicintai segenap hatimu.

Saya menyayangimu, malam ini, di warung tenda nasi goreng ini....
Dan akan tetap menyanyangimu, di malam-malam selanjutnya, dan dimanapun saya,
dan kamu berada :)
  

14.10.12

Papa & Secangkir Kopi

Papa dan secangkir kopi,
serupa angkasa dengan larik-larik awan.
Menyatu di cakrawala tanpa sekat.
Papa dan secangkir kopi.
Tak pernah kehilangan jati diri.
Menikmati dunia dan perubahannya,
dalam cinta yang tak kunjung padam,
untukku dan yang terkasih lainnya.

Apa kabarmu sekarang, Pa?
Lama kita tak bertukar kabar, maupun sapa.
Tahukah dirimu, Pa, kalau aku merindu?
Aku mencarimu setiap aroma kopi menyeruak.
Tapi aku tak menemukanmu.
Cangkir kopi dan dan bangku kesayanganmu.
Mereka menunggumu di sudut ruang, Pa.

          Papa, aku percaya suatu hari nanti,
          kita akan berkumpul bersama lagi.
          Saat itu, aku akan membawa secangkir kopi untukmu.
          Lalu aku akan menjadi gadis manja mu,
          bercerita tentang semua kisah.
          Kisahku, setelah Papa mundur dari dunia.

Ku kirim nyanyian, doa, dan hormatku.
Berbahagialah disana bersama malaikat dan Empunya dunia.
Cintaku untukmu,
abadi dalam aliran darah dan hembus nafasku.
Selamat Ulang Tahun, Papa.


"Hidup tak lagi sama tanpamu, Pa.
Dan aku merindukanmu...."


7.9.12

MEMORI

selamat tinggal semuanya.
aku berubah seiring perubahan warna dinding ruangmu.
terimakasih untuk segala cerita yang pernah ada.
kalian tetap keluargaku, di dalam memori. :)

4.8.12

perubahan

semuanya emang udah berubah,
termasuk kamu.
buatku, perubahanmu membuatku bergetar menangis.
lalu apa bisaku?
doakan aku, supaya aku dapat menjadi lebih bijaksana dalam menghadapi semua yang berbeda ini.
aku terima semuanya, sayang.
semoga ini memang yang terbaik :')
As soon as possible, I'll post about my holiday in Bali.
Not just a holiday, but an amazing holiday.
Wait for my post y'all {}

24.7.12

situasisulitlitlit

Semakin deket harinya, ya emang rasanya makin perih.
Dulu, setiap kali kami bahas masalah ini, aku blm ngerasa apa-apa. Makin cepet dia berangkat, cepet kuliah, cepet sukses, makin cpet juga dia ketemu aku lagi.
Tapi sekarang ini tiap harinya waktu terus menyakiti hati. Aku takut berjauhan sama dia. Aku ngga mau pisah jarak & waktu sama dia.
Semuanya udah diatur kaya gini. Ya aku harus jalanin. Bukan aku sh, tapi kami.

Sampe sekarang, aku juga kesel sama orang yang terlalu menjadikan masalah kami sebagai bahan candaan.
Di sini, aku mau akuin, aku emang sok kuat!
Aku bukan cewe yang tegar nghadapin pacar yang harus kuliah di luar negeri.
Satu hal yang perlu kalian tahu, di balik setiap kelemahanku, yang ada di hati & otakku, cuma mau yang terbaik untuk orang yang kusayang.
Jadi, disaat aku bilang kalo aku dukung pacarku kemanapun dia akan membentuk masa depannya, ya itu emang bener adanya. Aku dengan setulus hati emang dukung dia, bukan "sok ngedukung" :)))

Yang kedua, aku udah bilang sebelumnya ya kalo aku bukan cewe yang tegar seperti kelihatannya.
Dalam diam & kesendirian, kadang aku menangis merasakan perih & ketakutan yang luar biasa membayangkan jarak & waktu yang akan menjadi "sahabat" kami.
Buat kalian diluar "kami", coba mengertilah kami. Coba rasakan jadi aku.
Ini situasi yang sangat perih, perih yang ngga di gambarin lewat kata-kata.
Ini situasi dimana kami butuh keyakinan & semangat.
Ini situasi dimana emosi & gejolak hati menjadi tak terkendali.
Jadi, aku minta tolong, carilah bahan bercandaan lain, jangan masalah kami. Doakan kami menjadi kuat :)))
(Paragraf ini didedikasikan untuk setiap orang yang pernah melemahkan kami dengan candaannya yang sama sekali nggak lucu. Contoh : "Mampus ntar di Jerman, Andre kegoda sama cewe lain terus kamu ditinggal selingkuh. Haha!")

Makasih semuanya. Tuhan memberkati {}