14.10.12

Papa & Secangkir Kopi

Papa dan secangkir kopi,
serupa angkasa dengan larik-larik awan.
Menyatu di cakrawala tanpa sekat.
Papa dan secangkir kopi.
Tak pernah kehilangan jati diri.
Menikmati dunia dan perubahannya,
dalam cinta yang tak kunjung padam,
untukku dan yang terkasih lainnya.

Apa kabarmu sekarang, Pa?
Lama kita tak bertukar kabar, maupun sapa.
Tahukah dirimu, Pa, kalau aku merindu?
Aku mencarimu setiap aroma kopi menyeruak.
Tapi aku tak menemukanmu.
Cangkir kopi dan dan bangku kesayanganmu.
Mereka menunggumu di sudut ruang, Pa.

          Papa, aku percaya suatu hari nanti,
          kita akan berkumpul bersama lagi.
          Saat itu, aku akan membawa secangkir kopi untukmu.
          Lalu aku akan menjadi gadis manja mu,
          bercerita tentang semua kisah.
          Kisahku, setelah Papa mundur dari dunia.

Ku kirim nyanyian, doa, dan hormatku.
Berbahagialah disana bersama malaikat dan Empunya dunia.
Cintaku untukmu,
abadi dalam aliran darah dan hembus nafasku.
Selamat Ulang Tahun, Papa.


"Hidup tak lagi sama tanpamu, Pa.
Dan aku merindukanmu...."


No comments:

Post a Comment