saat ketidaksengajaan itu terucap,
mata memburam,
bibir bergetar dan merutuk,
tapi lidah rasanya kelu,
kekuatan habis melemah,
perih mencapai ulu hati.
ada yang berteriak
merajuk dan menangis
mengharap perih ini hilang
pintu maaf di buka lebar
tapi hati tetap mengekang
kenangan hanya seperti angin
pergi dan kedinginan
terus mengais,
mencari indah untuk memaafkan
kalo kata sahabat saya, kunthi,
"ikutin kata hatimu aja dev.
tunggu sampe kamu ikhlas maafin"
#kenanganteleponsalahsebutnama050511
No comments:
Post a Comment